23 Maret 2021 2.763 Kali
Sejarah adalah cermin masa lampau yang tidak bisa memantulkan seluruh bagian secara utuh dan sempurna. Dalam konteks ilmu dan pengetahuan, sejarah bisa berkedudukan sebagai pristiwa dan ilmu. Perbedaan versi, mitos, fakta keras dan fakta lunak adalah batang tubuh ilmu sejarah. Terlebih lagi, sejarah banyak mengungkapkan kejadian masa lampau yang kadang sulit berterima, kadang membangkitkan amarah karena penindasan-penindasan, kadang melahirkan rasa sukuisme dan berbangga diri. Oleh karena itu, sudah seyogyanya membaca sejarah haruslah disertai dengan perasaan yang arif dan bijaksana.
Samarkaton berasal dari dua kata yakni, samar dan katon, samar berarti gaib sedangkan katon memiliki arti nyata. Sementara dalam Bahasa Sasak Samarkaton diartikan sebagai tempat yang samar tapi nyata dan ada (seru laguq pedas). Sesuai dengan namanya, Samarkaton praletusan Samalas memang berdandan dengan keanehan dan keganjilan.
Berdasarkan cerita tetua desa, konon penduduk Samarkaton tidak bisa lebih dari 44 orang. Ketika ada kelahiran pasti diikuti oleh kematian. Pada waktu itu, bayi-bayi yang lahir langsung menjadi tangguh (kebal senjata tajam), jika bayi yang lahir tidak tangguh, maka dapat dipastikan bayi tersebut bukanlah keturunan asli Samarkaton. Situasi masyarakat yang tak-bertatanan, berpikir dan berperilaku berdasarkan perenungan-perenungan terhadap gejala alam dan hal-hal mistis merupakan sedikit gambaran mengenai kondisi Samarkaton sebelum letusan Samalas.
Diceritakan oleh beberapa tetua desa, konon ketika ada kelahiran maka bayi yang lahir harus melaksanakan ritual tancap keris. Ritual ini disaksikan oleh seluruh masyarakat. Keris akan ditancapkan tepat di kepala sang bayi, jika kepala sang bayi berdarah maka ini adalah tanda bahwa bayi tersebut bukanlah keturunan asli Samarkaton. Sebaliknya, jika keris yang ditancapkan tidak bisa melukai sang bayi maka bayi tersebut merupakan keturuna asli Samarkaton. Selang beberapa hari setelah ritual tancap keris akan ada salah satu warga Samarkaton yang akan meinggal. Begitu seterusnya.
***
Audifax dalam bukunya yang membahas tentang Psikosemiotika Simbol dibalik mitos mengungkapkan bahwa Mitos menjelaskan esensi kehidupan dan dunia; atau mengekspresikan adanya nilai moral budaya dalam kehidupan manusia. Mitos memberi perhatian pada kekuatan yang mengontrol kehidupan manusia dan relasi antara kekuatan tersebut dengan keberadaan manusia. Meski mitos kerap memiliki nilai religi dalam bentuk dan fungsinya, namun mitos ditengarai merupakan bentuk awal dari sejarah, sains, atau filsafat. (Audifax, 2005: 8)
Pendapat di atas merupakan benang merah yang bisa dijadikan dasar untuk memaknai keberadaan Samarkaton dengan cerita Ritual Tancap Keris. Pertama, keris merepresentasikan atau lambang dari kepercayaan penduduk Samarkaton pada waktu itu, yakni, ajaran Wujud Tunggal. Esensi dari ajaran ini adalah meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini diciptakan oleh Wujud Satu (Zat Yang Maha Satu).
Kemudian, bayi yang baru lahir harus mengikuti ritual tancap keris, jika dikaji dari segi semiotik pristiwa ini merupakan representasi dari cara masyarakat Samarkaton untuk menanamkan keyakinan Wujud Tunggal pada bayi tersebut. Sama seperti sekarang, tiap bayi yang lahir akan diazankan sebagai tanda bahwa bayi tersebut beragama Islam.
***
Untuk artikel ini
Belum ada agenda
| Alamat | : | Jln. Pemuda Indonesia - Kanada |
| Desa | : | Pengadangan |
| Kecamatan | : | Pringgasela |
| Kabupaten | : | Lombok Timur |
| Kodepos | : | 83665 |
| Telepon | : | 62817572727 |
| No. HP | : | 62817572727 |
| : | [email protected] |
| Hari ini | : | 96 |
| Kemarin | : | 62 |
| Total Pengunjung | : | 474.071 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.7 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Sosialisasi KDRT, KISAK, dan Desa Berdaya di Desa Pengadangan
date_range 25 Mei 2026
favorite 18 Kali
Program Literasi Membaca dan Mengajar di TPQ Asyifa Desa Pengadangan
date_range 23 Mei 2026
favorite 16 Kali
Program Kursus Bahasa Inggris di SD IT Ruhul Quro dan TPQ Desa Pengadangan
date_range 16 Mei 2026
favorite 17 Kali
Acara Purna Tugas Kepala Desa Pengadangan
date_range 11 Mei 2026
favorite 27 Kali
Penerimaan Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi di Desa Pengadangan Tahun 2026
date_range 04 Mei 2026
favorite 51 Kali
Rekap Data DTSEN Desa Pengadangan: 13.280 Jiwa Tercatat, Mayoritas Berada pada Desil Menengah
date_range 15 Januari 2026
favorite 133 Kali
Struktur karang taruna jungkat sakti
date_range 10 Januari 2026
favorite 159 Kali
KERITERIA KELUARGA MISKIN MENURUT BADAN PUSAT STATISTIK (BPS)
date_range 10 Maret 2021
favorite 4.525 Kali
ALAT MUSIK SELOBER KHAS PENGADANGAN
date_range 01 Agustus 2022
favorite 3.519 Kali
SAMARKATON DAN RITUAL TANCAP KRIS
date_range 23 Maret 2021
favorite 2.762 Kali
SOP PELAYANAN KANTOR DESA PENGADANGAN
date_range 12 Maret 2021
favorite 2.132 Kali
PESONA BUDAYA 3 PENGADANGAN
date_range 14 Maret 2021
favorite 2.018 Kali
PELATIHAN BERAZANJI
date_range 14 Maret 2021
favorite 1.775 Kali
PESONA BUDAYA 2 PENGADANGAN
date_range 28 Desember 2019
favorite 1.396 Kali
Acara Purna Tugas Kepala Desa Pengadangan
date_range 11 Mei 2026
favorite 27 Kali
Bimtek Pengelolaan Sistem Informasi Desa Berbasis Web
date_range 10 Januari 2026
favorite 133 Kali
PESONA BUDAYA 3 PENGADANGAN
date_range 14 Maret 2021
favorite 2.018 Kali
Seni Presean
date_range 21 Desember 2025
favorite 160 Kali
Program Kursus Bahasa Inggris di SD IT Ruhul Quro dan TPQ Desa Pengadangan
date_range 16 Mei 2026
favorite 17 Kali
KERITERIA KELUARGA MISKIN MENURUT BADAN PUSAT STATISTIK (BPS)
date_range 10 Maret 2021
favorite 4.525 Kali
ALAT MUSIK SELOBER KHAS PENGADANGAN
date_range 01 Agustus 2022
favorite 3.519 Kali
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran