01 Agustus 2022 3.520 Kali
Masyarakat Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur masih menjaga kelestarian adat, budaya dan keseniannya. Hal ini terbukti dengan banyaknya kesenian dan adat istiadat yang dapat ditemukan. Musik yang difungsikan dalam berbagai aktivitas masyarakat terutama dalam prosesi adat-istiadat masyarakat Sasak. Dari sekian banyak musik tradisional yang ada di Lombok, tentunya akan adalebih banyak lagi instrumen atau alat yang dimainkan dalam permainannya. Secara umum alat musik tradisional tercipta atau lahir dari budaya dan adat masyarakat seperti alat untuk menghibur dan mengisi waktu luang saat bekerja di sawah, ada pula yang muncul dari tradisi keagamaan seperti alat musik pengiring shalawat atau nasehat-nasehat keagamaan. Alat musik yang khas di pengadangan yakni selober.
Selober, berasal dari kata Slemor yang berarti mengisi waktu luang dan kata seber yang bermakna serak. Gabungan dua kata ini kemudian menjadi selober, seni musik tradisional khas masyarakat Pengadangan. Pemain alat musik terdiri dari 11 (sebelas) orang pemain yakni, 3 pasang pemain selober ( 6 orang), diiringi satu pemain gambus, rencek, gendang dan suling. Paduan suara alat musik ini menghasilkan irama khas dan enak didengar. Alat musik slober berbahan dasar irisan pelepah daun aren/enau( naodalambahasasasak). Pelepah aren yang diambil sebagai bahan dasar selober adalah bagian kulit luar yang masih basah sehingga cukup elastis, dengan panjang sekitar 15 cm dengan lebar 3 hingga 4 cm. Sedangkan bagian tengah, diiris segiempat. Suara yang dihasilkanhanya 5 (lima) nada dasar baik selober nine maupun selober mame yakni doremisola yang berarti dua nada lainnya yakni fa dan si tidak ada. Selober harus dimainkan secara berpasangan, untuk menghasilkan 5 nada dasar, jika dimainkan sendiri-sendiri nada yang dihasilkan tidak lengkap.
Pada awalnya, selober dimainkan secara pribadi dan tidak dipentaskan pada acara-acara tertentu dan bahkan dimainkan oleh dua penabuh saja tanpa diiringi oleh alat musik tradisional lainnya seperti saat ini, dan biasanya dimainkan di waktu senggang. selober digunakan sebagai penanda atau pemberitahuan kepada sang gadis ketika sedang bertamu yang dalam bahasa Sasaknya dikenal dengan sebutan Midang, sang gadis akan mengetahui kekasihnya datang jika mendengar suara selober dari depan rumahnya.
Menurut kepercayaan masyarakat desa pengadangan selober ibarat manusia, harus berpasangan ada laki-laki dan perempuan agar dapat dimainkan menjadi padu karena terdapat nada yang berbeda disetiap dua sisi. Dalam memainkan alat musik tersebut dapat menggunakan pengeras suara atau speaker agar suara dapat terdengar jelas. Terdapat tiga senar, nada atas, tengah, dan bawah. Nada pada selober pertama harus dimainkan terlebih dahulu agar dapat disesuaikan ke nada berikutnya. Lama pembuatan selober sekitar 30 jam dan tidak dapat dilakukan secara berangsur-angsur karena dapat merusak kualitas suara yang dihasilkan. Selober jika semakin tua umurnya, maka akan semakin bagus suaranya.
Selober memiliki kemiripan dengan alat musik genggong, perbedaanya terletak pada penggunaan tali untuk menghasilkan bunyi. Sedangkan selober dimainkan tanpa menggunakan tali dengan menggerakkan tangan sementara selober tetap dimulut. Cara memainkannya menggunakan insting dan bakatsehinggalebihsulitdibandingkandenganalatmusiklainnya.(Sumber :Dokumentasi KKN-T UNRAM Desa Pengadangan, Juli-Agustus 2022, Gubuk Jero)
Untuk artikel ini
Belum ada agenda
| Alamat | : | Jln. Pemuda Indonesia - Kanada |
| Desa | : | Pengadangan |
| Kecamatan | : | Pringgasela |
| Kabupaten | : | Lombok Timur |
| Kodepos | : | 83665 |
| Telepon | : | 62817572727 |
| No. HP | : | 62817572727 |
| : | [email protected] |
| Hari ini | : | 102 |
| Kemarin | : | 62 |
| Total Pengunjung | : | 474.077 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | 216.73.216.7 |
| Browser | : | Mozilla 5.0 |
Sosialisasi KDRT, KISAK, dan Desa Berdaya di Desa Pengadangan
date_range 25 Mei 2026
favorite 18 Kali
Program Literasi Membaca dan Mengajar di TPQ Asyifa Desa Pengadangan
date_range 23 Mei 2026
favorite 16 Kali
Program Kursus Bahasa Inggris di SD IT Ruhul Quro dan TPQ Desa Pengadangan
date_range 16 Mei 2026
favorite 17 Kali
Acara Purna Tugas Kepala Desa Pengadangan
date_range 11 Mei 2026
favorite 27 Kali
Penerimaan Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi di Desa Pengadangan Tahun 2026
date_range 04 Mei 2026
favorite 51 Kali
Rekap Data DTSEN Desa Pengadangan: 13.280 Jiwa Tercatat, Mayoritas Berada pada Desil Menengah
date_range 15 Januari 2026
favorite 133 Kali
Struktur karang taruna jungkat sakti
date_range 10 Januari 2026
favorite 159 Kali
KERITERIA KELUARGA MISKIN MENURUT BADAN PUSAT STATISTIK (BPS)
date_range 10 Maret 2021
favorite 4.525 Kali
ALAT MUSIK SELOBER KHAS PENGADANGAN
date_range 01 Agustus 2022
favorite 3.519 Kali
SAMARKATON DAN RITUAL TANCAP KRIS
date_range 23 Maret 2021
favorite 2.763 Kali
SOP PELAYANAN KANTOR DESA PENGADANGAN
date_range 12 Maret 2021
favorite 2.133 Kali
PESONA BUDAYA 3 PENGADANGAN
date_range 14 Maret 2021
favorite 2.019 Kali
PELATIHAN BERAZANJI
date_range 14 Maret 2021
favorite 1.775 Kali
PESONA BUDAYA 2 PENGADANGAN
date_range 28 Desember 2019
favorite 1.396 Kali
Program Literasi Membaca dan Mengajar di TPQ Asyifa Desa Pengadangan
date_range 23 Mei 2026
favorite 16 Kali
Penerimaan Mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi di Desa Pengadangan Tahun 2026
date_range 04 Mei 2026
favorite 51 Kali
PELATIHAN BERAZANJI
date_range 14 Maret 2021
favorite 1.775 Kali
PENGUMUMAN HASIL TES PENJARINGAN PERANGKAT DESA PENGADANGAN (KAUR PERENCANAAN)
date_range 08 Januari 2025
favorite 1.223 Kali
Struktur Organisasi BPD
date_range 22 Februari 2021
favorite 835 Kali
KERITERIA KELUARGA MISKIN MENURUT BADAN PUSAT STATISTIK (BPS)
date_range 10 Maret 2021
favorite 4.525 Kali
PESONA BUDAYA 2 PENGADANGAN
date_range 28 Desember 2019
favorite 1.396 Kali
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran
Realisasi | Anggaran